Terima Masukan Ombudsman, BGN Janji Perbaiki Tata Kelola Makan Bergizi Gratis

By Admin


Ilustrasi MBG

nusakini.com, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan kesiapannya dalam menampung hasil pemantauan Ombudsman RI terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Kepala BGN Sudaryono pada Rabu (7/10), temuan lapangan tersebut akan menjadi fondasi penting bagi proses evaluasi.

Lembaga ini menegaskan sikap terbukanya terhadap segala bentuk kritik maupun saran yang bersifat membangun. Berdasarkan pandangan Sudaryono, kondisi faktual di lapangan memiliki peran strategis dalam menyempurnakan operasional program nasional tersebut.

Hasil kajian yang disusun oleh Ombudsman dinilai sangat esensial karena bersumber langsung dari realitas pengaduan masyarakat. Oleh sebab itu, rekomendasi ini akan dijadikan acuan utama oleh pemerintah dalam memperbaiki tata kelola penyelenggaraan MBG.

Sinergi antara dua institusi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pelayanan publik yang jauh lebih efektif. Transformasi temuan lapangan menjadi sebuah pembelajaran nyata merupakan langkah krusial untuk melayani masyarakat dengan lebih maksimal.

Langkah strategis ini diawali dengan pertemuan tatap muka antara pimpinan dari kedua belah pihak. Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher diketahui telah mendatangi Kantor BGN secara langsung pada Selasa (6/10).

Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengawasan distribusi gizi merupakan prioritas utama bagi lembaga Ombudsman. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar terhindar dari potensi hambatan birokrasi.

Hasil pengawasan yang telah dikumpulkan dari seluruh wilayah Indonesia akan segera diproses secara komprehensif. Nantinya, rangkuman data ini akan diserahkan kepada pihak BGN dalam bentuk ringkasan kebijakan atau policy brief.

Pengumpulan data dari tingkat daerah ini dipastikan telah mencakup kondisi riil secara nasional. "Kami sudah menemukan temuan-temuan dari 34 provinsi yang masuk," papar Nuzran.

Penyampaian dokumen rekomendasi tersebut direncanakan akan berlangsung dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama. "Dalam waktu dekat kami akan memberikan policy brief untuk pelaksanaan tata kelola MBG dan kita akan bergandeng tangan," imbuhnya.

Kolaborasi lintas sektor ini diyakini mampu menjamin keberlanjutan program pemenuhan nutrisi bagi masyarakat luas. "Ke depan kita pastikan bahwa program MBG ini terus ada perbaikan," tutup Nuzran. (*)